Kamis, 17 Desember 2015

HYDROGEN BLISTERING

Abdullah Azam

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam kehidupan sehari-hari keberadaan barang-barang atau material yang terbuat dari baja memang sudah tak asing lagi, hampir seluruh peralatan baik dirumah tangga hingga perlatan teknik menggunakan material yang terbuat dari baja. Namun dalam keseharianya penggunaan bahan dari baja ini bukannya tanpa kekurangan, kerusakan dari material yang terbuat dari baja sangat sering terjadi, beberapa contoh kerusakananya ialah pengkaratan pada bagian peralatan tersebut, pada makalah ini akan membahas mengenai salah satu jenis kerusakan tersebut, yakni Hydrogen Blistering, tentang apa yang menyebakan  kerusakannya, bagaimana langkah untuk menanggulangi masalah itu serta apa saja akibat yang disebabkan dari Hydrogen Blistering.

           

1.2 Rumusan Masalah


1.      Pengertian Hydrogen Damage dan klasifikasinya?
2.      Bagaimana mekanisme kerja dari Hydrogen Blistering?
3.      Bagaimana cara mencegah terjadinya Hydrogen Blistering?
           

1.3 Tujuan


1.      Untuk mengetahui apa itu Hydrogen Damage dan klasifikasinya.
2.      Untuk mengetahui bagaimana mekanisme kerja dari Hydrogen Blistering.
3.      Untuk mengetahui bagaimana cara pencegahan terjadinya Hydrogen Blistering.

1.4 Manfaat


          1. untuk memaksimalkan penggunaan material yang terbuat dari baja.
2.mampu memerlakukan baja sebaik mungkin sehingga tidak mudah terjadi  kerusakan.

  
ISI
           

2.1 Hydrogen Damage


Hidrogen damage adalah istilah umum yang mengacu pada  kerusakan mekanis dari logam yang disebabkan adanya interaksi antara logam dengan hidogen. Kerusakan yang diakibatkan oleh hydrogen damage ini seperti tebentuknya crack, blistering, pembuntukan hidrida, serta berkurangnya sifat ductilitas dari benda tersebut. Hydrogen damage sendiri diklasifikasikan menjadi empat tipe yangberbeda :

1.      Hydrogen Blistering
Hydrogen blistering diakibatkan dari penetrasi hidrogen ke dalam logam. Contoh dari hydrogen blistering seperti gambar di bawah ini. Hydrogen blistering dapat terjadi ketika hydrogen memasuki logam akibat adanya reaksi reduksi pada katoda logam.
2.      Hydrogen Embrittlement
Hidrogen embrittlement disebabkan  penetrasi hydrogen ke dalam logam yang mana kan megakibatkan hilangnya ductility dan tensile strength.
3.      Decarburization
Decarburization, atau pemindahan atom karbon dari baja adalah sering terjadi pada hydrogen lembab pada temperature yang tinggi. Decarburization mengakibatkan turunnya tensile strength pada baja.
4.      Hydrogen Attack
Hydrogen attack terjadi pada interaksi antara hydrogen dan komponen paduan yang dalam temperature yang tinggi.


2.2 Mekanisme Dari Hydrogen Blistering


Atom hidrogen (H) adalah salah satu jenis atom yang mampu berdifusi melewati baja dan logam lainnya. Bentukan molekul hidrogen (H2) tidak berdifusi ke dalam logam. Jadi hidrogen damage hanya dihasilkan oleh atom bentukan hidrogen. Penyebab dari hydrogen damage ialah temperatur tinggi pada atmosfer yang lembab, proses korosi, dan elektrolisis. Reduksi dari ion hidrogen melibatkan produksi dari atom hidrogen dan susunan molekul hidrogen. Karena itu, korosi dan pengaplikasian dari perlindungan katodik, electroplating, dan proses lainnya merupakan sumber penting dari hidrogen pada logam. Substansi tertentu seperti ion sulfida dan fosfor dapat mereduksi dari ion hidrogen.

Hydrogen blistering terjadi ketika hidrogen masuk pada logam akibat dari reaksi reduksi pada katoda logam. Atom hidrogen (H) akam menyebar melalui logam sampai atom-atom itu bertemu dengan atom lain, biasanya terjadi pada inklusi atau cacat pada logam. Molekul hidrogen yang dihasilkan kemudian berpindah secara besar-besaran dan dapat menjadi terjebak. Akhirnya gas menumpuk sehingga melepuh dan dapat membelah logam seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas.
Apa yang menyebabkan hidrogen blistering? Ion hidrogen direduksi menjadi atom hidrogen yang menyerap pada permukaan baja. Beberapa atom hidrogen akan menyebar melalui baja dan menumpuk menjadi terperangkap.Ketika terperangkap dan atom hidrogen bertemu, mereka membentuk molekul gas gidrogen (H2). Akumulasi gas hidrogen dalam logam sangat kecil akan menyebabkan penumpukan tekanan hidrogen yang berlebihan. Pada waktu tertentu tekanan hidrogen ini akan menyebabkan hidrogen melepuh.

2.3 Pencegahan Terhadap Terjadinya Hydrogen Blistering


Hidrogen blistering dapat dicegah dengan cara tindakan berikut:
1.      Menggunakan baja bersih, substitusi membunuh baja sangat meningkatkan resistensi terhadap blistering hidrogen karena tidak adanya void dalam material ini.
2.      Menggunakan lapisan. Lapisan logam, anorganik, organik dan liners sering digunakan untuk mencegah terik hidrogen kontainer baja. Untuk menjadi sukses, lapisan atau kapal harus tahan terhadap hidrogen penetrasi dan tahan terhadap media yang terkandung dalam tangki. Berpakaian dengan austenitic stainless steel baja nikel sering digunakan untuk tujuan ini. Juga, karet dan plastik lapisan dan lapisan batu bata sering digunakan.
3.      Menggunakan inhibitor. Inhibitor dapat mencegah terik sice, mengurangi tingkat korosi dan tingkat pengurangan ion hidrogen. Inhibitor biasanya digunakan dalam sistem tertutup dan penggunaanya terbatas dalam sekali melalui sistem.
4.      Menghilangkan racun blistering biasanya terjadi di korosif hydrogen-evolution media yang mengandung racun seperti sulfida, senyawa arsen, cyanides, dan phosphorous-containing ion dan jarang terjadi dalam asam murni corrosives. Banyak dari racun ini yang ditemui dalam minyak bumi. Yang menjelaskan cara blistering adalah masalah yang utama dalam minyak bumi industri.
5.      Mengganti paduan yang mengandung nikel steels menjadi aloi nikel-dasar  yangmemiliki laju difusi hidrogen sangat rendah dan sering digunakan untuk mencegah terik hidrogen.
PENUTUP

3.1 Kesimpulan


·         Hidrogen damage adalah suatu kerusakan mekanis dari logam yang disebabkan karena adanya interaksi antara logam dengan hidogen.
·         Hydrogen damage diklasifikasikan menjadi empat tipe yang berbeda yaitu Hidrogen blistering, Hidrogen embrittlement Decarburization dan Hidrogen attack.
·         Hydrogen blistering terjadi ketika hidrogen masuk pada logam akibat dari reaksi reduksi pada katoda logam.
·         Hidrogen blistering dapat dicegah yaitu dengan cara Penggunaan baja bersih, lapisan logam, inhibitor, penghilangan racun blistering dan Mengganti paduan yang mengandung nikel steels menjadi aloi nikel-dasar  yangmemiliki laju difusi hidrogen sangat rendah.





Minggu, 04 Oktober 2015

MARITIME CLUSTER

Abdullah Azam


Abdullah Azam
4113100054

1.            Ship Owner (pemilik kapal)          : pemilik kapal dagang (kapal komersial). Dalam arti komersial istilah pemilik kapal adalah seseorang yang melengkapi dan memanfaatkan kapal, biasanya untuk memberikan kargo pada tingkat barang tertentu, baik sebagai per angkutan tingkat (mengingat harga untuk pengangkutan kargo tertentu antara dua port yang diberikan) atau berdasarkan menyewa (tingkat per hari).
                Contoh :              
-        Dalam negeri     :
1.       PELNI
2.       INSA (Indonesian National  Shipowners Association)
-        Luar nergeri        :
1.       Algeria Shipping & Chartering                                     Algeria
2.       COSCO                                                                                  China
3.       Columbia Shipmanagement Ltd                                 Cyprus
2.            Shipyar (Galangan kapal)              : Tempat di mana kapal-kapal dibangun.
                Contoh :
-        Dalam negeri     :
1.     Damen Shipyard
2.     Dumas Shipyard
-        Luar negeri         :
1.    Uwajima Shipyard                                                            Uwajima, Jepang
2.    Sasebo Heavy Industries Co., Ltd                               Sasebo, Jepang
3.            Component Manufacture            : Manufaktur adalah produksi barang dagangan untuk digunakan atau dijual menggunakan tenaga kerja dan mesin, peralatan, bahan kimia dan pengolahan biologi, atau formulasi.
                Contoh :
-        Dalam negeri     :
1.    Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST)
2.    Alumindo Light Metal Industry Tbk  (ALMI)
-        Luar negeri         :
1.     Northrop Grumman                                                       Amerika Serikat
2.     Raytheon                                                                            Amerika Serikat

4.            Port Authorities                                : otoritas publik pemerintah atau kuasi-pemerintah untuk kabupaten tujuan khusus biasanya dibentuk oleh badan legislatif untuk mengoperasikan pelabuhan dan infrastruktur transportasi lainnya.
                Contoh :
-        Dalam Negeri     :
1.       Pelindo ( Pelabuhan Indonesia)
-        Luar Negeri         :
1.       Association of Canadian Port Authorities       Kanada
2.       Kimberley Ports Authority                                   Australia
5.            Service Companies          : perusahaan atau badan usaha non-pemerintah lainnya (yaitu kemitraan terbatas) yang memberikan pelayanan publik - jasa tertentu yang dianggap penting untuk kepentingan publik.
                Contoh :
-        Dalam Negeri     :
1.       Pertamina
-        Luar Negeri         :
1.       SHELL                                                        Belanda
2.       CHEVRON                                                   Amerika
3.       TOTAL
6.            Research Institution       : Sebuah lembaga yang dibentuk untuk melakukan suatu penelitian. Lembaga penelitian dapat mengkhususkan diri dalam penelitian dasar atau mungkin berorientasi ke penelitian terapan.
                Contoh :
-        Dalam Negeri     :
1.       NASDEC (National Ship Design & Engineering Cente)
-        Luar Negeri         :
1.       CUNY Graduate Center                                         New York
7.            Educational Institution   : Sebuah Lembaga yang dibentuk untuk melakukan suatu pendidikan
                Contoh :
-        Dalam Negeri     :
1.       ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
2.       ITB (Institut Teknologi Bandung)
-        Luar Negeri         :
1.       George Washington University                          Washington, DC
8.            National Authorities       : perwakilan Negara  untuk memastikan bahwa Konvensi diimplementasikan  secara efektif.
                Contoh : 
1.       Maritime and Port Authority of Singapore    Singapura
9.            Trade Organisation          : sebuah organisasi yang didirikan dan didanai oleh bisnis yang beroperasi dalam industri spesifik.
                Contoh : 
1.       WFTO-Europe (World Fair trade Organisation of Europe)
2.       ITUC-Africa (International Trade Union Confederation)
10.          Finance and Insurance   : tindakan, sistem, atau bisnis di mana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, di mana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut
                Contoh :
-        Dalam Negeri     :
1.       Avrist Assurance (Avrist)
-        Luar Negeri         :
1.       AllianzSE                                                                      Jerman
10.          Klasifikasi                             : Badan Usaha Milik Negara  yang ditunjuk sebagai  badan klasifikasi nasional untuk melakukan pengkelasan .
                Contoh :
-        Dalam Negeri     :
1.       BKI (Biro Klasifikasi Indonesia)
-        Luar Negeri         :              
1.       ABS (American Bureau of Shipping)                 Amerika
2.       BV  (Bureau Veritas)                                                               Perancis